Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Man Jadda WaJada

Ada ungkapan Arab yang terkenal di kalangan pesantren yaitu “Man Jadda WaJada” yang artinya “Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil, ”-where there is a will there is a way !” , juga terkenal di masyarakat kita pepatah “Dimana ada kemauan, pasti disitu ada Jalan“. Tidak ada hal yang sulit jika kita mau berusaha dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, yang penting ada kemauan dan ada kesungguhan serta gunakan logika serta ilmu pengetahuan sesuai kapasitas kita masing masing yang telah Allah Ta’ala karuniakan.



Setiap manusia punya potensi untuk tumbuh dan berkembang, jadi bukan hanya sekedar tumbuh semata, melainkan harus berkembang. Allah sudah berikan modal dasar berupa otak dan akal yang lebih baik dibandingkan dengan mahluk lainnya di muka bumi ini. Jadi sangatlah keliru jika kita beranggapan bahwa nasib tidak bisa diubah. Nasib kita itu kita sendirilah yang menentukan, sebagaimana yang telah di firmankan oleh Allah dalam kitab suci Al-Quran bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah nasib atau keadaan yang ada pada dirinya (QS Ar-Ra’d 11). Kalau sekarang kita menyaksikan arus globalisasi yang menggunakan cara-cara kapitalis-liberal dalam menggapai rezeki Illahi, maka akibatnya bisa kita rasakan sangatlah buruk.


Memang disatu sisi tampaknya kondisi sosial ekonomi masyarakat tenang saja, akan tetapi jangan salah, selama bertahun-tahun kita telah dibuai oleh nilai-nilai yang ternyata jauh dari ayat-ayat Allah. Tengok saja dewasa ini terjadi penumpukan modal di segelintir anggota masyarakat. Uang terkonsentrasi di kelompok mereka yang menggunakan cara-cara tidak terpuji: korupsi, kolusi, manipulasi, kongkalikong, jalan pintas membeli jabatan dengan suap atau serangan fajar dalam Pemilu atau Pilkada serta beragam kelicikan lainnya. Sementara semakin banyak kelompok miskin yang terseok-seok mencari kehidupan akibat sistem yang salah kaprah, seperti pameo “Yang kaya semakin kaya yang miskin bertambah miskin “. Kapitalisme liberalistik mengajarkan rangkaian kompetisi yang tidak sehat, tidak fair dan tidak transparan !. Sementara konsep yang dielaborasi dari nilai-nilai islam merupakan konsep ideal yang bisa diterapkan secara mudah, tidak berliku-liku dan sangat faktual berlaku dalam kehidupan masyarakat di masa kini maupun di masa-masa mendatang.


Islam memberikan kiat berlomba-lomba dalam kebaikan (Fastabiqul khairat - common virtues). Terminologinya jelas “Berlomba-lomba” artinya saling bahu-membahu (hand in hand, bersinergi). Dalam berupaya menggapai rezeki dan atau mencapai sesuatu tujuan yang baik, yakin bahwa pencapaian harus dilakukan melalui sebuah jaringan, sebuah network atau Jam’iyah, bukan dengan jalan sendiri-sendiri alias individualistik. Keberhasilan pencapaian juga diarahkan kepada pemerataan kapital berdasarkan asas keadilan, bukan penimbunan yang mengundang keserakahan (seperti yang diterapkan ekonomi kapitalis) bukan pula asas “sama rata sama rasa” yang ditawarkan oleh konsep ekonomi komunis. Kita lihat saja dalam ekonomi kapitalis justru hal yang sebaliknya sangat jauh dari nilai-nilai Islam malah dilegalkan seperti : bersaing secara tidak wajar-menciptakan aneka penghambat (barrier to entry) dalam mekanisme dagang, tujuan menang-menangan, berkompetisi secara tidak sehat, yang akhirnya akan melahirkan mental-mental manusia serakah (greedy), saling menjegal, saling meniadakan bahkan saling membunuh dalam ranah persaingan menggapai rezeki, parahnya hal tersebut kini malah dianggap lumrah, wajar karena telah diterima oleh banyak kalangan masyarakat.


Bagi kita yang kini telah terlanjur tenggelam dalam arus modernisasi, arus ekonomi neo liberal dengan segala manifestasinya, saatnya kini berada di simpang jalan, ada pilihan-pilihan buruk ada pula pilihan terbaik, ada kesempatan memilah dan memilih yang terbaik, dan ini semuanya tergantung niat kita memperjuangkan keberdayaan kita sebagai umat manusia, sebagai hamba Allah yang patuh dan taat terhadap segala perintahNYA. Memang pilihan ini memerlukan perjuangan serius untuk berubah, bukan langkah setengah-setengah, bukan pula dengan keragu-raguan. Sebagaimana ummat Islam yang diharuskan oleh Allah untuk masuk kedalam ajaran Islam secara keseluruhan (kaffah).


Konsep ideal menjemput rezeki bukanlah sesuatu yang sulit digapai, persoalannya terpulang kepada niat serta kesungguhan hati untuk memperjuangkan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Jadi kita tak perlu pesimis, miris atau tidak yakin dengan upaya kita melakukan reposisi di segala bidang, khususnya menjemput rezeki. Apabila tata nilai yang berlaku saat ini sangat jauh dari aturan Allah, maka hendaknya kita bisa mengubahnya dengan sebuah proses “pemupukan” idealisme yang terus menerus. Sehingga bukan pada tempatnya lagi kita berfikir pragmatis sekedar uang dan hidup, akan tetapi memandang jauh kedepan dengan misi-misi yang lebih baik. Ada ungkapan yang terkenal sebagai pernyataan seorang Umar Bin Khattab ra yg idealis, semestinya menjadi inspirasi kita semua yaitu :

“Jika ada 1000 orang yang membela kebenaran, aku salah seorang diantaranya. Jika ada 100 orang yang membela kebenaran, aku berada diantaranya. Jika ada 10 orang pembela kebenaran, aku tetap ada di barisan itu. Dan jika hanya ada 1 orang yang tetap membela kebenaran, maka akulah orangnya !.”


Janganlah argumentasi dan perjuangan kita di rel yang benar (on the right track) dapat dengan mudah dipatahkan hanya karena alasan pragmatis dan jargon realistis, itu bukanlah mental seorang pejuang !. Karena itu tanamkan terus pola pikir (mindset) serta mental seorang pejuang kedalam implementasi menggapai rezeki atau ikhtiar apapun yang positif, jangan mudah menyerah terhadap keadaan. Ingat, Pelaut ulung tidak lahir dari gelombang laut yang tenang. Hanya mereka yang berani menentang arus, yang akan menemukan jernihnya mata air ! 

Usaha meki saja terus ,, masalah rezeki, minta saja sama Allah, Semoga Bermanfaat !!

Nasihat Untukmu, Untukku Dan Untuk Kita Semua

Ketika seringnya kita disakiti orang lain,
Maka balaslah ia dengan memaafkannya

Ketika seringnya kita dikecewakan orang lain,
Maka balaslah ia dengan senyum keikhlasan

Ketika seringnya kita dibohongi oleh orang lain,
Maka balaslah ia dengan ketabahan hatimu

Ketika seringnya kita dijahati oleh orang lain,
Maka balaslah ia dengan selalu berbuat baik padanya

Karena disitulah letak kemenanganmu atasnya
Dan Karena disitulah letak kehebatanmu atas dirinya

Orang yg hebat dan menang bukanlah orang yang berhasil menyakitimu, menghancurkanmu dan membohongimu

Tetapi orang yg hebat dan menang adalah orang yg walau telah disakiti berkali-kali ia masih mampu tersenyum penuh keikhlasan Saat ia hancur berkeping-keping , ia masih bisa memaafkan dan dapat membalas kejahatan dengan kebaikan

Mari tegakkan dalam hidup kita untuk jadi orang yg hebat lagi menang yang sesungguhnya
Tiada guna membenci dan membalasnya, karena, besar atau kecil, baik atau buruk, Allah yang akan membalasnya

Sebagaimana Firmannya :
"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat biji zarrah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya."(QS. Al- Zalzalah : 7)

"Barang siapa mengerjakan keburukan/ kejahatan seberat biji zarrah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya."(QS. Al- Zalzalah :

Memaafkan akan menjadikan hidup kita lebih baik (^_^)

Seseorang yg menyimpan dendam dihatinya maka do'anya tidak akan pernah diterima Allah. Semoga bermanfaat.



Manfaat mengeluarkan sedekah di pagi hari

Saat ini di Indonesia lagi ramai-ramai nya berkampaye, ada yang kampanye untuk Calon legislatif, Presiden, Gubenur, walikota, Bupati. Semua menyampaikan janji-janjinya. Di pagi hari yang penuh berkah ini, saya mau berkampanye juga, tapi, saya bukan caleg yah, saya hanya berkampanye informasi yang saya rasa hal ini sangat penting untuk di aplikasikan dalam kehidupan keseharian anda, dalam hal ini yang bukan seperti janji para calon legislatif yang hanya mengobral janji tanpa pembuktian yang jelas, atau bisa di kata pembohongan besar, tapi tidak semua caleg seperti itu yah, hanya sebagian besar, dan mungkin banyak bertebaran di sekitar anda, kita do'akan semoga mereka semua kembali berada di jalan Allah swt.

Kampanye saya pada waktu ini adalah "INDAHNYA SEDEKAH DI PAGI HARI"

Para Malaikat Senantiasa berdo'a seperti ini di setiap hari; "Ya Allah berikanlah ganti bagi orang yang bersedekah / berinfaq" ( HR. Imam Bukhari )

Subhanallah, sungguh luar biasa hamba Allah yang senantiasa bersedekah, Para Malaikat ternyata tidak tinggal diam merespon, membantu manusia yang rajin mengeluarkan hartanya di jalan Allah swt. semoga kita salah satu di dalamnya Amin Amin Amin Ya Rabbal Alamin.

Nah, mengapa penting hal ini saya kampenyekan ?, oleh karena sedekah seharusnya sudah menjadi kebutuhan kita sehari hari, oleh karena dalam kehidupan sehari hari harta yang kita dapatkan adalah bukan milik kita sepenuhnya, ada hak fakir miskin, ada hak orang lain dalam harta kita, nah yang itu kita sedekahkan, sehingga setiap hari harta yang kita bawa kerumah adalah harta yang berberkah harta yang sudah bersih, harta yang akan menghidupkan keluarga kita, yang akan kita belanjakan adalah hak dan milik kita.

Sebenarnya bukan di situ yang kita bahas, akan tetapi kita akan bahas bahwa sebetapa indahnya sih sedekah di pagi hari itu ?, ada yang bisa jawab ? silahkan beri komentar di bawah post, dalam hal ini kita saling sharing sharing ilmu lah, agar bermanfaat, buat kita semua.

Sedekah di pagi hari memiliki keutamaan keutamaan bagi saya pribadi,:
.
1. Hati/Perasaan Senang Setelah Sedekah.

Setiap saya berangkat mencari rezki Allah, setiap pagi saya singgah di salah satu mesjid yang memang saya liat sangat butuh bantuan pembangunan. kenapa saya memakai sasaran mesjid untuk bersedekah, karena saya fikir, selain bersedekah juga kita bisa niatkan untuk agar supaya sedekah itu menjadi ladang pahala amal jariyyah untuk kita sebagai penyambung amal pahala setelah kita telah meningal dunia, nah setelah saya memasukkan uang ke celengan saya lanjutkan perjalanan menuju ke tempat tujuan saya dengan perasaan senang, tenang, aman, pokoknya lebih fressh ^_^. dan tentu akan melancarkan urusan kita di jam jam berikutnya jika kita bekerja dalam keadaan hati senang.

2. Rezeki Akan Datang Setelah Sedekah,

Sedekah di pagi hari saya artikan adalah sebagai pemancing rezeki, dan ini saya buktikan sendiri, saya pelajari dan melihat hasilnya, dan ternyata benar bahwa jika sedekah kita rutin, maka insyaAllah, Allah akan menggantinya di dunia dengan yang lebih, dan terlebih lagi di hari akhir kelak.

Hanya dua point yang saya paparkan disini karena memang hanya dua yang saya rasakan :) saya juga ingin berbagi tips, jika kita ingin rutin bersedekah, Maka milikilah celengan sedekah sendiri agar kita dapat mengawali hari dengan bersedekah. Di pagi hari itu para malaikat yang bertugas di malam hari dan yang bertugas pada siang hari berkumpul dalam waktu bersamaan, dan bersamaan juga ikut mendoakan mereka yang melakukan ibadah di pagi hari.

Mengapa menggunakan celengan? Ini untuk memudahkan bersedekah di awal pagi (waktu subuh) pada waktu itu kesulitan mendapatkan orang yang akan menerima sedekah kita, kecuali laki-laki yang melaksanakan shalat subuh di mesjid dapat langsung memasukkan ke kotak infaq. Alasan berikutnya karena nominalnya tidak banyak, misalnya baru memulai dengan hanya Rp 1000. Nilai itu kalau kita berikan langsung ke penerima sedekah tidak dapat membantu apa-apa, namun lain halnya jika kita kumpulkan selama 1 bulan atau mungkin lebih akan memberi manfaat lebih banyak lagi, apalagi kalau sedekahnya itu berjamaah, yaitu kita menggabungkan sedekah dari beberapa orang, maka semakin banyak yang dapat kita bagikan kepada penerima sedekah.

hanya memasukkan sedekah senilai Rp 1000 setiap pagi jauh lebih bernilai di bandingkan jika bersedekah Rp 100.O00 hanya sekali sebulan....mengapa..?

Jika bersedekah setiap pagi, berarti 30 kali malaikat ikut mendoakan kita, tapi kalau hanya di lakukan 1x saja setiap bulan walaupun nominalnya besar, malaikat hanya satu kali saja yang mendoakan kita.

Seperti janji Allah yang akan melipat gandakan sedekah . Maka semakin besarlah nomimal yang akan Allah kembalikan kapada orang yang bersedekah.... Allah tidak pernah ingkar akan janjinya.

Apakah masih ada yang tidak tertarik dengan janji Allah ini ?
Memulainya memang sulit di lakukan oleh sebagian orang, bukan nomimalnya yang memberatkan, tapi membiasakan diri itulah yang berat, meskipun sudah mengetahui amalan yang paling di sukai Allah adalah berkelanjutan  walaupun sedikit.

Bagi sebagian orang yang sudah membiasakanya bersedekah disetiap pagi dan kemudian merasakan dahsyatnya bersedekah disetiap pagi hari itu maka ia akan berusaha untuk meningkatkan nomimal sedekahnya, karena percaya bahwa berinvestasi dengan Allah memberikan keuntungan yang luar biasa, tidak akan mengalami kerugian, tidak seperti jika ikut berinvestasi dengan manusia.

Marilah kita mulai hari dengan bersedekah di awal pagi, agar Rahmat dan Ridho Allah serta kemudahan-kemudahan dari Allah mengisi detik demi detik disetiap hari yang kita lalui.

Ibu saya bohong lagi


Sukar untuk orang lain percaya,tapi itulah yang terjadi, ibu saya memang seorang pembohong!! Sepanjang ingatan saya sekurang-kurangnya 8 kali ibu membohongi saya. Saya perlu catatkan segala pembohongan itu untuk dijadikan renungan anda sekalian.

PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.

Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan. Kami sering kelaparan. Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa makan ikan asin satu keluarga. Sebagai anak yang masih kecil, saya sering merengut. Saya menangis, ingin nasi dan lauk yang banyak. Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering membagikan nasinya untuk saya. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk saya, ibu berkata : ""Makanlah nak ibu tak lapar."

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDUA.

Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan watu senggangnya untuk pergi memancing di sungai sebelah rumah. Ibu berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan untuk membesarkan kami. Pulang dari memancing, ibu memasak ikan segar yang mengundang selera. Sewaktu saya memakan ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang bekas sisa ikan yang saya makan tadi. Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh lalu memberikan ikan yg belum saya makan kepada ibu. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata : "Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan."

PEMBOHONGAN IBU YANG KETIGA.

Di awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu biasa membuat kue untuk dijual sebagai tambahan uang saku saya dan abang. Suatu saat, pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur. Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya. Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk. Saya berkata : "Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke kebun pula." Ibu tersenyum dan berkata : "Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk."

PEMBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.

Di akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut menyemangati. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, ibuterus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada Illahi agar saya lulus ujian dengan cemerlang. Ketika lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepat menolaknya dan berkata : "Minumlah nak, ibu tak haus!!"

PEMBOHONGAN IBU YANG KELIMA.

Setelah ayah meninggal karena sakit, selepas saya baru beberapa bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami sekeluarga. Ibu bekerja memetik cengkeh di kebun, membuat sapu lidi dan menjual kue-kue agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah daya seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah. Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang tetangga yang baik hati dan tinggal bersebelahan dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya, ibu menolak bantuan itu. Para tetangga sering kali menasihati ibu supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk kami sekeluarga. Tetapi ibu yang keras hatinya tidak mengindahkan nasihat mereka. Ibu berkata : "Saya tidak perlu cinta dan saya tidak perlu laki-laki."

PEMBOHONGAN IBU YANG KEENAM.

Setelah kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudah tua. Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak lagi bersusah payah untuk mencari uang. Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu berkata : "Jangan susah-susah, ibu ada uang."

PEMBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.

Setelah lulus kuliah, saya melanjutkan lagi untuk mengejar gelar sarjana di luar Negeri. Kebutuhan saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah perusahaan besar. Gelar sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan perusahaan yang telah membiayai sekolah saya di luar negeri. Dengan gaji yang agak lumayan, saya berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya bersama saya di luar negara. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata ; "Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di negara orang."

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerima berita ibu diserang penyakit kanker di leher, yang akarnya telah menjalar kemana-mana. Ibu mesti dioperasi secepat mungkin. Saya yang ketika itu berada jauh diseberang samudera segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit, setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya. Saya dapat melihat dengan jelas betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata. Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakit sekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetap tersenyum dan berkata : "Jangan menangis nak, ibu tak sakit."

Setelah mengucapkan pembohongan yang kedelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk terakhir kali

Kumpulan Kata-Kata Bijak Terbaru 2013 Versi Orang Makassar

Orang optimis lebih suka menghitung keberhasilan daripada menghitung berapa banyak kegagalan.

Orang-orang yamg sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal iu memang harus dikerjakan. entah mereka menyukai atau tidak.

Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, kasih tidak pemarah, kasih tidak berkesudahan dan kasih itulah yg terbesar

Jika anda ingin memperbaiki kehidupan anda, anda harus memperbaiki yang anda lakukan.

Makin banyak kita membuang waktu untuk merasa iri pada bakat ataupun kesuksesan orang lain, maka semakin sulit pula kita berkembang maju.

Jangan pernah mengeluh dalam melakukan sesuatu, coba berusahaa, ketika anda gagal jadikan itu sebagai pelajaran berharga.

Jangan bandingkan kehidupanmu dgn kehidupan orang lain, sesungguhnya tiap dari kita punya karunia masing2 yg Tuhan berikan.

Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, sedangkan berpikir tanpa belajar adalah berbahaya.

Dari kegagalan kita dapat membaca apa yang salah dari diri kita. Berusaha dan berdoa hanya itulah kuncinya.

Putus asa adalah sumber kesesatan dan kegalauan hati adalah pangkal dari penderitaan jiwa.

Segala yang kita lakukan tidak ada yang tidak beresiko. Tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Jika kerisauan bertambah, kebijaksanaan akan berkurang, sebaliknya jika kerisauan berkurang, kebijaksanaan tentu akan bertambah.

Orang yang sukses adalah seseorang yang menemukan permasalahan dalam bisnisnya sebelum orang lain.

Sekadar memberikan kalimat suportif, anda sudah menyelamatkan dan membuat seseorang menjadi pemenang.

Sifat orang yang berlilmu tinggi adalah merendahkan hari kepada manusia dan takut kepada Tuhan.

Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap anda lah yang yang akan mengangkat anda dalam kehidupan.

Jika kita takut mengambil peluang, kesempatan akan terbuang. Jika kita berani mengambil kesempatan, peluang akan terwujudkan.

Terimah Kasih dan Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kita semua.

Demi Uang - Kujual Keyakinanku

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima. Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.

Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.

Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:

” Maaf, nona … Apakah anda sedang menunggu seseorang? ”

” Tidak! ” Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.

” Lantas untuk apa anda duduk di sini?”

” Apakah tidak boleh? ” Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..

” Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.”

” Maksud, bapak? ”

” Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ”

” Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ” Kata wanita itu dengan suara lambat.

” Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ”

Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.

” Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ”

” Saya ingin menjual diri saya, ” Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.

” Mari ikut saya, ” Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.

Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperatif karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.

Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.

” Apakah anda serius? ”

” Saya serius ” Jawab wanita itu tegas.

” Berapa tarif yang anda minta? ”

” Setinggi-tingginya. .”

” Mengapa?” Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.

” Saya masih perawan ”

” Perawan? ” Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.. Pikirnya

” Bagaimana saya tahu anda masih perawan?”

” Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan?”

” Kalau tidak terbukti? ”

” Tidak usah bayar …”

” Baiklah …” Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.

” Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ”

” Cobalah. ”

” Berapa tarif yang diminta? ”

” Setinggi-tingginya. ”

” Berapa? ”

” Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ”

” Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ”

Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.

Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.

” Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana?”

” Tidak adakah yang lebih tinggi? ”

” Ini termasuk yang tertinggi, ” Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.

” Saya ingin yang lebih tinggi…”

” Baiklah. Tunggu disini …” Petugas satpam itu berlalu.

Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.

” Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana?”

” Tidak adakah yang lebih tinggi?”

” Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh… ”

” Saya ingin tawaran tertinggi … ” Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.

” Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit. Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. ” Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.

Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.

Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.

” Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? ” Kata petugas satpam itu dengan sopan.

Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu …

” Berapa? ” Tanya pria itu kepada Wanita itu.

” Setinggi-tingginya ” Jawab wanita itu dengan tegas.

” Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? ” Kata pria itu kepada sang petugas satpam.

” Rp.. 6 juta, tuan ”

” Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ”

Wanita itu terdiam.

Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.

” Bagaimana? ” tanya pria itu.

”Saya ingin lebih tinggi lagi …” Kata wanita itu.

Petugas satpam itu tersenyum kecut.

” Bawa pergi wanita ini. ” Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.

” Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ”

” Tentu! ”

” Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu … ”

” Saya minta yang lebih tinggi lagi …”

Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.

Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.

” Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ”

Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.

” Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah
itu tidak cukup? ” Terdengar suara pria itu berbicara.

Wajah pria itu nampak masam seketika

” Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ”

Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.

Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu.

Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: ” Pak, apakah anda butuh wanita … ??? ”

Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.

” Ada wanita yang duduk disana, ” Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.

Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.

“Dia masih perawan..”

Pria itu mendekati petugas satpam itu.

Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. ” Benarkah itu? ”

” Benar, pak. ”

” Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu … ”

” Dengan senang hati. Tapi, pak …Wanita itu minta harga setinggi tingginya.”

” Saya tidak peduli … ” Pria itu menjawab dengan tegas.

Pria itu menyalami hangat wanita itu.

” Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ….” Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.

” Mari kita bicara di kamar saja.” Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.

Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.

Di dalam kamar …

” Beritahu berapa harga yang kamu minta? ”

” Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ”

” Maksud kamu? ”

” Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih …. ”

” Hanya itu …”

” Ya …! ”

Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanita ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.

” Siapa nama kamu? ”

” Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar … ” Kata wanita itu

” Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ”

”Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ”

” Ada ! ” Kata pria itu seketika.

” Sebutkan! ”

” Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah … ” Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.

” Saya tidak mengerti …”

” Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar …”

” Dan, apakah bapak ikhlas…? ”

” Apakah uang itu kurang? ”

” Lebih dari cukup, pak … ”

” Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ”

” Silahkan …”

” Mengapa kamu begitu beraninya … ”

” Siapa bilang saya berani. Saya takut pak … Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu. Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh`… Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan … ”

” Keyakinan apa? ”

” Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita … ” Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.

Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:

” Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini … ”

” Kesadaran… ”

…

Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.
” Kamu sudah pulang, nak ”

” Ya, bu … ”

” Kemana saja kamu, nak … ???”

” Menjual sesuatu, bu … ”

” Apa yang kamu jual?” Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum …

Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan

….

” Kini saatnya ibu untuk berobat … ”

Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: ” Tuhan telah membeli yang saya jual… ”.

Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi:
”Antar kami ke rumah sakit”

Hidup Ibarat Buku


Kita hidup ibarat menulis buku
Dimana cover depan adalah taggal lahir dan cover belakang adalah kematian
Menarik atau tidaknya saat dibaca tergantung bagaimana kita menulisnya
Sekali tertulis, tak akan pernah boleh di’edit’ lagi.

Tapi hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang putih bersih.
Sama dgn hidup kita, seburuk apapun hari kemarin, Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.

Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yang benar dalam hidup kita setiap harinya.

Selamat menulis di buku kehidupanmu
Menulislah dengan tinta... degan cinta dan penuh rasa kasih sayang, serta pena kebijaksanaan hingga Allah ridho atas setiap langkah hidup kita.

Aku berdoa dan berharap : “Agar Allah selalu menyertai setiap langkahmu sahabat”

Masih Jamankah Galau ?

Masih menyukai seseorang yang nyata2 tidak menyukai kita.
Hanya akan membuat hati kecewa.

Masih berharap seseorang yang nyata2 tidak mengharapkan kita.
Hanya akan membuat hati tersiksa.

Masih mencintai seseorang yang nyata2 tidak mencintai kita.
Hanya akan membuat waktu terbuang sia-sia.

Daripada sibuk memikirkan hal2 yang tiada berguna.
Akan lebih baik untuk menyayangi diri sendiri.

Mulai dengan berusaha menjadi pribadi yang baik.
Berakhlak mulia.
Santun dalam berkata.
Tanamkan iman dan takwa.

Pada akhirnya.
Allah akan kirimkan kepada kita.
Seseorang yang pantas untuk kita..

Sebuah Mimpi Kecil | A Little Dream

"Mimpi adalah kunci untuk kita menghadapi DUNIA" 
 

LASKAR PELANGI - Ingatkah teman-teman lirik lagu band Nidji ? "Mimpi memang sebuah kunci"Mimpi adalah harapan dan cita cita di masa mendatang jauh lebih besar nikmatnya ketimbang mimpi basah,(maaf)

Sebuah Mimpi Kecil | a Little Dream
Dalam mengarungi lembah kehidupan ini, kita menemukan banyak tantangan dan kita harus berani menghadapi tantangan tersebut, walaupun berat, tapi sebenarnya saat itulah kesabaran kita di uji. 

Bermimpilah setinggi mungkin dan yakinlah bahwa mimpi anda akan menjadi kenyataan. 


Banyak orang gagal karena ia tidak yakin akan mimpinya jadi kenyataan, banyak orang yang gagal mempertahankan mimpinya sebab kerjanya hanya bermimpi dan tidak berjuang untuk meraih mimpinya.

SAUDARAKU .. ! SEMUA INI ADA SKENARIONYA, YG PASTINYA TUHAN LEBIH MENGETAHUI YG TERBAIK UNTUK KITA, Jadi jangan takut untuk bermimpi, karena HIDUP BERAWAL DARI MIMPI.


Sebuah kisah atau pengalaman saya setahun yang lalu, Al kisah, sebuah desa kecil, terpencil dan sangat gelap disebabkan listrik di desa tersebut sama sekali tidak ada. Tapi disana ada sebuah sekolah sederhana, bisa di bilang sekolah kandang Ayam, yang hampir mirip dengan sebuah rumah hantu, sangat tidak layak di sebut sebgai sekolah, sehingga dengan keadaan seperti itu semangat adik-adik di desa itu semakin hari semakin menurun

Tepat hari senin saya berkunjung ke sekolah tersebut dimana setiap siswa wajib mengikuti upacara, Namun kepala sekolah sebut saja namannya ibu Rifqah membuat sebuah kuis dan menyuruh siswa didiknya yg berjumlah 15 orang untuk menceritakan cita citanya.

Di mulai dari Mukhtar "Mukhtar cita cita kamu kalau udah gede pengen jadi apa anto"?, kata Ibu Rifqah,
Mukhtar menjawab "saya ingin jadi petani buuuu"
dan hampir jawaban setiap siswa adalah tidak jauh dari pekerjaan petani, seperti kuli,becak,tukang pijit,dukun, dl

Tapi ada satu anak yang di tanya oleh Ibu Rifqah. "Shaleh cita cita kamu apa naaakkk ??
Shaleh "buuuu saya ingin punya rumah besar sekali, dan saya ingin orang tua saya menikmati rumah yang sangat besar"
dan semuanya tertawa bahkan Ibu Rifqah ikut tertawa," hahahahhag wkwkkw km itu anak sapa....kok terlalu ngarep"
Shaleh "tidak kok buu....saya benar benar ingn mewujudkan cita cita sayaaaa benar buu benarrrr"
semua pun tertawaaaaaa


20 tahun kemudian

saya juga belum tahu apa yang terjadi, karna baru setahun yang lalu kejadian ini, jadilah seperti Shaleh yang memang bermimpi dan benar2 ingin mewujudkan mimpinya, walaupun sempat di tertawakan dengan teman-teman sebaya lainnya,

Tegar Dalam Penderitaan

Perkataan kita tidak didengarkan, keinginan kia tidak digubris, istirahat kita tidak cukup, materi kita kekurangan, kebaikan kita dibalas tuba, kita menderita, kita terluka oleh keadaan, hati kita menjerit, jiwa kita meradang, raga kita terdera. Semuanya seolah melengkapi kekurangan dan penderitaan kita.

Saudaraku yang tegar dalam penderitaan !!

Mari kita belajar menikmati penderitaan, dan segala keadaan yang tak nyaman, bersyukurlah dalam musibah, tersenyumlah bersama air mata, karena untuk menjadi orang yang "BESAR", kita mesti di tempa, didera, dihantam, digoncang, disakiti, dst.

Bukan persoalan seberapa berat musibah dan cobaan yang menimpa kita, melainkan seberapa kuat bahu kita untuk memikulnya. Dan yakinkan diri bahwa kita terpilih sebagai sosok terbaik dalam pukulan dan deraan penderitaan.

Selamat menikamati semuanya wahai orang yag berjiwa besar ^_^

Gagal, Kalah dalam Cinta

Sering kali kita gagal, acapkali kita kalah,kasih sayang kita di abaikan, cinta kita di sia-siakan, kebaikan kita selalu dibuang percuma, Pengorbanan kita di tepiskan, pemberian kita di salah artikan. Kita meradang sedih, merasa tidak di anggap, disepelekan, dikhianati, dibiarkan, dibuang, dan tak di perhatikan.Semua ini begitu sangat melukai hati, mencederai jiwa.

Saudaraku yang tegar !!

Mari belajar kepada matahari tentang memberi, mari belajar kepada angkasa tentang kelapangan, Jangan merusak cinta, kasih sayang, dan pengorbanan kita dengan keputusasaan.

Kaki tak bersamaan melangkah, hari pasti berganti, musim pasti bertukar, tetap teguhkan hati, menapaki kebaikan hingga tiba waktu tuhan berkata :

"Waktunya kembali wahai jiwahambaku yang baik hati"

Kebahagiaan Sejati Yang Sebenarnya

Kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa bahagia dan membahagiakan orang-orang yang merasa selalu bahagia dengan kita. Mereka adalah yang selalu bersama kita dalam keadaan apapun. Memahami ketika kita bersalah. Mengerti disaat kita keliru. Bijaksana sewaktu kita berbuat kekhilafan.

Sahabatku yang selalu membahagiakan !!

Jika engkau mampu bahagia ketika bisa membahagiakan orang lain, maka disanalah jiwa bahagiamu yang sebenarnya. Tak ada kebahagiaan tanpa kebersamaan.
Tak ada keceriaan tanpa berbagi. Tak ada kesenangan tanpa saling melengkapi. Biarkan mereka berkata bahwa kita tak bahagia, karena kitalah yang paling bisa merasakannya. Setiap kita punya cara untuk bahagia.

Bahagia tak semahal yang mereka katakan meski juga tak semudah yang kita harapkan, tapi hingga detik ini aku selalu yakin bahwa salah seorang sosok yang membuatku bahagia hingga saat ini adalah dirimu wahai sahabatku ;)


saat air tuba dibalas dengan air susu

Adalah hal lumrah jika air susu dibalas denagn air tuba. Yang mengharukan adalah saat air tuba dibalas dengan air susu. Seringkali kebaikan kita di salah artikan.Rasa Simpati kita di sangka hanya sekedar untuk cari-cari muka. Ketulusan kita di terjemahkan dengan buruk sangka oleh orang lain.

Saudaraku yang teguh dalah ketulusan !!

Biarkan mereka berkata bahwa kebaikan kita tidak tulus. Biarkan mereka mencurugai kebaikan yang kita berikan. Biarkan mereka tak berterima kasih atas rasa simpati yang kita persembahkan. Toh hanya kita yang tahu kesejtian dari niat kita.

Sungguh tak ada kebaikan yang kita berikan melainkan pasti dan pasti akan di balas dengan kebaikan pula, bahkan bisa jadi berlipat-lipat dari yang sudah kita persembahkan.

Kiat Untuk Khusyu’ Dalam Shalat

Kita semua telah mengetahui bahwa khusyu’ itu substansi ibadah shalat. Sehingga kualitas shalat kita, sangat terkait dengan tingkat khusyu’ kita. Oleh karena kita semua menegakkan shalat minimal 17 rakaat setiap hari dan malam, bahkan sebaiknya ditambah 10 atau 12 rakaat shalat rawatib. Lebih baik lagi kalau shalat witir 3 rakaat setiap malam atau Qiyamullail bersama witir 11 rakaat. Dan lebih sempurna lagi bila kita rutin shalat Dhuha setiap pagi minimal 2 rakaat. Jumlah keseluruhannya ialah 42 rakaat.Semakin besar perhatian kita kepada ibadah shalat, tentu semakin besar pula kesungguhan kita untuk meningkatkan khusyu’ kita. Mengapa ? karena khusyu’ itulah yang menghidupkan shalat kita. Khusyu’ itulah rahasia efektifitas shalat kita. Dan khusyu’ itulah ciri khas pertama orang yang beriman yang disebut oleh Allah swt pada ayat 1 dan 2 dari surah al- Mu’minun :

“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalat mereka”. surah al- Mu’minun : 1-2 .
Itulah peranan khusyu’ dalam kehidupan kita sebagai orang yang beriman. Pertanyaannya sekarang ialah : Apa itu khusyu’ ? Mengapa kita perlu menanyakan hal itu ? Karena pemahaman tentang khusyu’ adalah syarat pertama dan utama untuk mengamalkannya dan meningkatkannya.
Secara bahasa, khusyu’ berarti : tunduk, merendah, dan tenang. Allah swt berfirman :

“Dan merendahlah semua suara kepada Tuhan yang maha Pemurah,
maka kamu tidak mendengar kecuali berbisik-bisikan saja”. Surah Thaha : 108.
Dalam pengertian ini, maka orang khusyu’ itu tunduk kepada Allah, merendah kepada Allah, merasakan kekecilannya dan kelemahannya di hadapan Allah. Menghayati rasa butuhnya kepada bantuan dan pertolongan Allah. Selain itu orang khusyu’ juga selalu bersikap tenang, terutama pada saat shalat dan pada saat bermunajat dengan Allah swt.

Dalam ayat mulia yang lain, Allah swt menjelaskan kriteria orang yang khusyu’ dalam shalat :
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesunggguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. Yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya”. surah al- Baqarah : 45-46

Ayat mulia ini menerangkan bahwa salah satu cara untuk memperoleh bantuan Allah ialah dengan menegakkan shalat. Ini memberi isyarat agar kita menegakkan shalat dengan semangat memohon bantuan Allah swt. Dan itu adalah satu kiat untuk khusyu’.

Kemudian Allah swt menerangkan bahwa ibadah shalat itu berat dikerjakan, kecuali bagi orang yang khusyu’, maksudnya , hanya orang yang khusyu’ yang dapat menikmati ibadah shalat. Hanya orang yang khusyu’ yang dapat bahagia dengan ibadah shalatnya. Hanya orang yang khusyu’ yang mendapatkan ketenangan dari ibadah shalatnya. Statement/ pernyataan Allah swt ini memberi jawaban kepada kita yang sering kali tidak bahagia dengan ibadah shalat. Kita susah sebelum shalat, tetap susah setelah shalat. Mengapa ? Kita tidak khusyu’ dalam shalat. Ini pula jawaban atas kondisi sebagian kita yang kadang-kadang merasa malas sekali mengerjakan shalat. Karena malasnya, sehingga shalat itu ditunda dan ditunda, sampai hampir habis waktunya. Karena malasnya sehingga tidak merasa terpanggil untuk ke masjid. Tidak merasa menyesal bila tidak ke masjid. Tidak merasa perlu ke masjid. Mengapa demikian?. Karena shalat itu belum dinikmati. Karena shalat di masjid itu belum dirasakan manfaatnya. Mengapa ?. Karena belum khusyu’. Karena masih rendah khusyu’nya. Bila kita khusyu’ niscaya shalat itu terasa sangat membahagiakan, sangat menenangkan. Bila kita khusyu’ niscaya kita akan merasakan bahwa shalat itu indah, nikmat, lezat, menguatkan iman, mensucikan hati, dan banyak lagi manfaat lainnya.

Ayat yang mulia kemudian menjelaskan siapa itu orang khusyu’, yaitu :

Di sini ada penghayatan iman pada hari Akhirat. Ini adalah salah satu kiat untuk khusyu’. Dan kita yang sering merasakan sulitnya khusyu’, kita tentu memerlukan kiat-kiat praktis untuk meningkatkan khusyu’. Mari kita renungkan kiat-kiat khusyu’ berikut ini :

1.Tumbuhkan dan suburkan rasa cinta kepada ibadah shalat.
2. Tumbuhkan dan suburkan rasa cinta kepada masjid.
3. Biasakanlah untuk berwudhu’ sebelum adzan.
4. Biasakanlah berwudhu’ perlahan-lahan, hemat air, basmalah sebelumnya, bersyahadat dan berdo’a setelahnya.
5. Biasakanlah bersikat gigi sebelum berwudhu’.
6. Memakai pakaian bersih, rapih dan sopan untuk shalat. Hadirkanlah dalam hati bahwa : “Saya akan menghadap penguasa seluruh penguasa”, “Saya akan menghadap Allah yang maha pengasih, maha perkasa”.
7. Biasakanlah menghilangkan bau badan, dan pakailah minyak wangi secukupnya. (kecuali bagi wanita yang akan ke masjid, tidak dianjurkan memakai minyak wangi).
8. Biasakanlah berdo’a dengan do’a yang diajarkan oleh Nabi setiap kali keluar dari rumah, terutama ke masjid.
9. Berjalan ke masjid dengan penghayatan bahwa setiap langkah menambah pahala dan menghapus dosa.
10. Biasakanlah berdo’a ketika berjalan ke masjid.

“Ya Allah, jadikanlah dalam hatiku cahaya, di lidahku ada cahaya, jadikanlah di pendengaranku cahaya, jadikanlah di penglihatanku cahaya, jadikanlah di belakangku cahaya, di depanku cahaya, jadikanlah di atasku cahaya, di bawahku cahaya. Ya Allah, berikanlah kepadaku cahaya.” HR. Muslim
11. Biasakanlah memberi salam dan menyapa orang yang kita jumpai di jalan.
12. Biasakanlah berdo’a ketika masuk masjid :

“Dengan nama Allah, dan salawat serta salam kepada Rasulullah, Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatMu” HR. Muslim
13. Dahulukanlah kaki kanan ketika masuk.
14. Biasakanlah shalat tahiyatul masjid 2 rakaat sebelum duduk di masjid. Upayakanlah konsentrasi mengigat Allah ketika shalat.
15. Biasakanlah menjawab adzan dengan lafazh-lafazh yang sama, kecuali pada lafazh :
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةُ . حَيَّ عَلَى اْلفَلاَح
Kita menjawab dengan ucapan : لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّبِا للهِ
“Tidak daya dan kekuatan kecuali dari Allah”.
16. Biasakanlah berdo’a setelah adzan/ mendengar adzan.
17. Dirikanlah shalat 2 rakaat setelah adzan selesai, termasuk shalat Qabliyah, bila shalat wajib itu ada Qabliyahnya.
18. Memperbanyak do’a antara adzan dan qamat. Sebab pada saat itu,do’a dikabulkan Allah swt
19. Mengamalkan wirid-wirid sunnah seperti wirid Tahlil 100 x, Tasbih 100 x dan Istighfar 100 x.
20. Upayakan pula membaca al-Qur’an walau sedikit. Bila tidak sempat sebelum qamat, laksanakanlah tilawah itu setelah shalat.
21. Upayakanlah shalat jamaah di shaf pertama, di bagian kanan. Karena malaikat itu bershalawat kepada orang yang shalat di shaf pertama dan di bagian kanan.
22. Luruskan dan rapatkan shaf.
23. Biasakanlah menghadirkan niat ikhlas sebelum takbiratul ihram. Bahwa kita akan shalat dengan harapan mendapatkan ridha Allah swt.
24. Biasakanlah menghayati setiap bacaan shalat. Hadirkanlah terjemahan setiap bacaan itu di dalam hati. Hayatilah setiap gerakan shalat, sebagai gerakan menyembah Allah.
25. Tidak mendahului imam dan tidak terlalu terlambat dari gerakan imam.
26. Menyempurnakan dzikir ba’da shalat.
27. Menegakkan shalat Ba’diyah, bila shalat itu ada ba’diyahnya.
28. Berdo’a memohon Syurga, berdo’a untuk kedua orang tua, berdo’a agar amal ibadah kita makbul.
29. Memberi salam, menyapa dan bersilaturrahim secara singkat dengan para jamaah masjid.
30. Bahagiakan diri dengan ibadah-ibadah ini. Bayangkanlah bahwa amal kita diterima Allah swt. Do’a kita dikabulkan Allah swt.
31. Keluar dari masjid dengan mendahulukan kaki kiri, sambil berdo’a :


“Dengan Nama Allah, Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu karuniaMu. Ya Allah, peliharahlah aku dari syaitan yang terkutuk. HR. Muslim
32. Jauhilah uang yang haram.
33. Mengurangi menonton tayangan yang haram.
34. Mengurangi perbuatan, kegiatan, dan ucapan yang tidak berguna.
Itulah beberapa kiat untuk khusyu’. Mari mengamalkannya dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

Kiat Mengurangi Kelalaian

Dalam hidup keseharian, sering kali kita terjerumus dalam ghaflah (kelalaian). Yaitu pada saat-saat kita lupa terhadap Allah, waktu-waktu yang tidak diisi dengan dzikir, fikir, dan ibadah lainnya.
Mari kita renungkan : Betapa banyak waktu yang kita habiskan dalam obrolan yang tidak bermanfaat ?!. Betapa banyak usia yang kita habiskan dengan menonton tayangan yang tidak bermanfaat ?!. Itulah kondisi lalai. Dan inilah yang dilarang oleh Allah Swt dalam ujung ayat yang mulia :

"Janganlah kamu termasuk orang yang lalai". Surah Al-A'raf 205

Selain saat-saat lalai yang disebutkan tadi, masih ada sejumlah contoh kelalaian yang lebih halus lagi, yang perlu kita cermati, seperti : Kelalaian mengingat kematian. Kelalaian memohon syurga. Kelalaian berlindung diri kepada Allah dari syetan. Kelalaian berbuat baik terhadap kedua orang tua. Kelalaian mengontrol lidah, menguasai mata, mengendalikan emosi, menahan keinginan untuk berbuat dosa.
Marilah kita menyadari bila dalam sehari semalam, kita tidak mengingat bahwa kita akan mati, maka kita telah lalai. Bila dalam 24 jam kita tidak pernah berdo'a memohon syurga dan memohon dijauhkan dari neraka, niscaya kita telah lalai. Bila tidak pernah terbetik di hati kita bahwa kita menghadapi musuh utama kita yaitu syetan, berati kita telah lalai !. Bila dalam sehari semalam kita tidak mengingat kebaikan ibu dan bapak kita dan tidak mendo'akan mereka, berarti kita telah lalai !. Astaghfirullahal Al-Azhim.
Bila kita telah menyadari bahwa semua ini adalah kelalaian dan kita telah menyakini bahwa kelalaian itu adalah dosa, maka kewajiban kita sebagai muslim–muslimah, ialah mengurangi kelalaian. Mengalahkan kelalaian. Bangkit dari kelalaian.
Bagaimana caranya ?. Berikut ini beberapa kiat untuk mengurangi kelalaian :
1. Menyusun Planning ibadah setiap hari.
Menyusun perencanaan ibadah yang menyeluruh setiap hari, adalah satu keharusan bila kita ingin mengurangi kelalaian. Oleh karena perencanaan ibadah yang menyeluruh berarti keinginan yang kuat untuk meningkatkan kepatuhan kepada Allah, kemauan keras untuk memperbanyak amal shaleh sepanjang hari.
Perencanaan seperti ini akan sangat memotivasi kita untuk meningkatkan ibadah dan mengurangi kelalaian. Sebagai contoh : Orang yang merencanakan untuk shalat shubuh di masjid, tentu lebih termotivasi dibanding orang yang tidak merencanakan ibadah tersebut. Contoh lain : orang yang merencanakan untuk membaca istighfar 100 X sehari, tentu tidak sama dengan orang yang tidak merencanakannya. Orang yang mempunyai perencanaan ibadah, telah memiliki rujukan muhasabah/ introspeksi dan telah menapak anak tangga peningkatan yang berkesinambungan. Allah telah berfirman :

"Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan (amal) apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". Surah Al-Hasyer : 18

Ayat yang mulia ini mengandung sebuah panggilan indah buat kita para hamba Allah yang beriman, lalu disusul dengan perintah intropeksi yang diapit oleh dua perintah taqwa, kemudian ditutup dengan penegasan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan. Penegasan ini bertujuan agar kita berusaha untuk senantiasa menghadirkan dibenak kita keyakinan bahwa kita selalu diawasi oleh Allah. Pengamalan Ayat mulia ini tentu memerlukan planning ibadah yang menyeluruh dan berkesinambungan.

2. Selalu bertanya pada diri sendiri: "Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini ?".

Agar kita termotivasi untuk melawan dan mengalahkan kelalaian, agar kita senantiasa terarah dan terpimpin, maka kita dianjurkan untuk selalu mengajukan pertanyaan ini kepada diri kita sendiri : "Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini ?".
Sebagai contoh :
Pada saat kita mendengar adzan, kita segera bertanya pada diri kita : "Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini ?". pertanyaan ini akan membangunkan kita dari kelalaian dan memotivasi kita untuk memenuhi panggilan adzan.
Pada saat kita di masjid, bertanyalah pada diri sendiri : "Apa yang sebaiknya saya lakukan di masjid ?".
Pada saat kita di kendaraan, bertanyalah pada diri sendiri :"Apa yang sebaiknya saya lakukan di kendaraan ?".
Pada saat kita di pasar, bertanyalah pada diri sendiri : "Apa yang sebaiknya saya lakukan di pasar ?".
Demikianlah seterusnya.

Pertanyaan ini sangat membantu untuk menghadirkan kasadaran akan penting dan wajibnya kita patuh dan taat kepada Allah setiap saat dan di setiap tempat.
Landasan Qur'ani pertanyaan ini ialah beberapa Ayat Al-Qur'an tentang dekatnya hari kiamat, tentang perintah untuk bersegera beramal shaleh, perintah untuk berlomba dalam kebaikan. Sebagai contoh : Firman Allah :

"Telah dekat saatnya manusia dihisab, dan mereka
dalam kelalaian dan mereka berpaling ". ( Surah : Al-Anbiya' : 1 )

Pertanyaan : "Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini". adalah salah satu bentuk pengamalan dari ayat yang mulia ini, agar kita mengingat hisab, mengingat akhirat, agar kita tidak lalai dan tidak berpaling. Dalam surah lain, Allah Swt berfirman :

"Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, disiapkan untuk orang-orang yang bertaqwa". (Surah : Ali –Imran : 133)

Pengamalan Ayat ini antara lain dengan selalu bertanya pada diri sendiri : "Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini". Oleh karena pertanyaan ini akan menyadarkan kita untuk bersegera beribadah, bergegas beramal, tidak menunda-nunda kebaikan.
Dalam surah lain, Allah SWT berfirman :

"Berlombalah kamu dalam kebaikan". Q.S. : Al-Baqarah : 148.

Kalau kita bertanya : "Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini ?". Maka kita bermaksud untuk memotivasi diri kita untuk berlomba dengan orang lain dalam kebaikan dan amal shaleh.
Singkatnya : pertanyaan : "Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini ?" adalah kiat yang sangat baik untuk menghilangkan kelalaian, menghadirkan kesadaran dan memotivasi diri untuk beribadah dan beramal shaleh.

3. Memperbanyak dzikir
Kiat yang ketiga untuk menghilangkan kelalaian adalah: memperbanyak dzikir. Memperbanyak dzikir adalah perintah Allah Swt :

"Wahai sekalian orang yang beriman, berdzikirlah kamu kepada Allah dengan dzikir yang banyak, bertasbihlah kamu kepadaNya setiap pagi dan setiap petang ". Surah Al-Ahzab : 41-12

Memperbanyak dzikir berarti berdzikir sesuai dengan sunnah Nabi Saw pada setiap saat, kecuali pada saat kita di kamar mandi. Dzikir yang banyak ialah dengan mengulang ulangi kalimat-kalimat thayyibah :

"Maha suci Allah, segala Puji bagi Allah, Allah maha Besar, tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada upaya dan tidak ada kekuatan, kecuali dari Allah".

Membaca wirid, tahlil 100 X sehari :

"Tidak ada Tuhan selain Allah, sendiriNya, tidak ada sekutu bagiNya, miliknya seluruh kekuasaan. milikNya seluruh pujian. Dan DIA maha berkuasa atas segala sesuatu".

Dzikir yang banyak yang sesuai dengan sunnah, sangat efektif menyambung hati kita dengan Allah yang Maha Pemurah, Maha Penyayang.
Itulah tiga kiat mengatasi kelalaian dalam hidup keseharian. Marilah kita amalkan ketiga kiat ini dengan niat ikhlas dan mujahadah yang tinggi.